Tampilkan postingan dengan label Diet Ketofastosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet Ketofastosis. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Keton

Asal Usul Keton - Keton  berasal dari lemak jenuh yang akan teroksidasi di hati dalam bentuk asam lemak (fatty acid), dan hasil dari lemak yang tidak teroksidasi akan dikonversi menjadi keton, dalam bentuk AcAC atau asetoasetat dan β-hidroksibutirat, dimana Keton ini adalah sumber energi pengganti glukosa. Dalam otak manusia yang telah dibatasi asupan karbohidratnya, maka keton akan menggantikan glukosa sebagai sumber energi atau bahan bakar. Keton yang membuat manusia bisa bertahan hidup kepunahan.

Asal Usul Keton
Asal Usul Keton


Jaman dahulu jika manusia dalam masalah misal kelaparan, sulit untuk mendapatkan buruan atau makanan, otaknya bisa tetap aktif dengan menggunakan keton yang berasal dari lemak, meskipun tidak ada makanan atau asupan karbohidrat / gula.


(Ketofastosis Indonesia)

Karbohidrat vs Cadangan Lemak

Karbohidrat vs Cadangan Lemak  - KARBOHIDRAT (lebih dari sekedar bahan bakar, ini merupakan regulator ampuh) :

Tangki penyimpanan (storage) di dalam tubuh terbatas, sehingga ketika kita mencerna karbohidrat & menyerap gula, tubuh dipaksa untuk memprioritaskan membakar gula yang sekaligus merusak akses ke penggunaan lemak.

Karbo Vs Lemak
Karbo Vs Lemak



LEMAK , Mengunci orang ke dalam “storage mode”. Efeknya jadi mengantuk, malas bergerak, dsb.
Besarnya komsumsi karbohidrat mempengaruhi kesehatan.

Kalori dari lemak bisa disimpan lebih banyak dari tangki karbohidrat, kapasitas tangkinya puluhan kali atau bahkan ratusan kali lipat lebih banyak (bagi mereka yang kelebihan berat badan).
Mengunci orang ke dalam “safe mode”. Efeknya energi yang tersimpan lebih banyak sehingga lebih segar dan bertenaga.

Metabolisme Glukosa

metabolisme-glukosaSemua karbohidrat yang kita makan akan diubah menjadi glukosa dalam darah. Glukosa yang dihasilkan dari karbohidrat adalah puluhan kali lipat dibandingkan dengan gula dalam darah yang hanya 1-2 sendok makan dalam 5-6 liter darah.

Peningkatan gula darah berbahaya, karena tubuh akan mengerahkan hormon insulin untuk menurunkannya.


Efek Kelebihan Karbohidrat / Glukosa

efek-kelebihan-karbohidrat-atau-glukosaInsulin mengarahkan karbohidrat yang telah menjadi glukosa ke dalam tangki penampungan yang disebut glycogen dalam otot dan hati.

Tapi bagi mereka yang makan karbohidrat / gula berlebihabn setiap hari selama bertahun-tahun, maka akan metabolismenya akan terganggu, karena tangki glikogen di hati dapat menampung glukosa hanya 100g saja, sehingga sisa glukosa diubah menjadi lemak jenuh / trigliserida (lipogenesis) dan diarahkan ke tangki penyimpanan lemak dalam tubuh.

Lipogenesis adalah pembuatan lemak jenuh atau trigliserida dari glukosa. Kemudian lemak jenuh dikemas dengan VLDL kolesterol dan ditransportasi ke dalam aliran darah.

Unjung dari metabolisme yang tidak optimal akan menyebabkan penyakit peredaran darah atau jantung, kelebihan berat badan atau obesitas, dan diabetes tipe 2.

Jika Anda terus menerus makan karbohidrat dalam jumlah tinggi saat hormon insulin sudah bermasalah (hiperinsulinemia dan resistant), maka lemaka akan menumpuk dalam tangki, tubuh menjadi gemuk atau kurus tapi gula darah tinggi dan fatty liver. Maka akan berisiko obesitas, diabetes, dan serangan jantung.

efek-metabolisme-glukosaKetika kita makan karbohidrat, gula darah akan meningkat & akan berusaha diturunkan oleh insulin. Setelah aksi insulin, gula darah akan turun bahkan cenderung rendah. Itu membuat orang jadi lemah dan ingin kembali makan atau mengemil yang manis-manis. Insulin mendistribusikan glukosa dari hasil pencernaan karbohidrat untuk sel-sel tubuh seperti otak dan otot untuk segera dibakar atau disimpan. Lebih buruk lagi, selama tingkat insulin yang tinggi dalam tubuh, lemak tidak digunakan. Pembakaran lemak akan berhenti dan oksidasi lemak akan terganggu. Lemak akan disimpan, dan makin lama akan makin menumpuk.

Metabolisme Lemak – Cara Yang Paling Optimal

metabolisme-lemak“Metabolisme lemak” akan menghasilkan keton bukan glukosa dan menyebabkan penurunan ROS dalam proses pembakaran energi dalam mitokondria dalam sel. Menjadi pembakar lemak berarti mengurangi risiko terganggunya metabolism, kelebihan berat badan an menghindari diabetes. Tubuh menjadi lebih fit dan aktif!

Dewasa ini, dunia atlet performa tinggi juga mengambil keuntungan dari diet ketogenik dengan lemak dan keton untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Atlet yang masih memakai bahan bakar karbohidrat (karbohidrat-loading) tenaganya akan cepat habis karena kapasitas tangki gula kecil dibandingkan tangki lemak. Jadi untuk menjadi pembakar lemak kita harus mengurangi konsumsi karbohidrat, termasuk gula.



(Ketofastosis Indonesia)

Apa itu Ketofastosis?

Apa itu Ketofastosis? - Ketofastosis (KF) adalah perpaduan antara diet Ketogenic dan Fastosis.

Apa itu Ketofastosis?

Fastosis kepanjangan dari “Fasting on Ketosis” yang berarti puasa dalam kondisi ketosis. Ketosis artinya suatu kondisi dimana liver manusia memproduksi Keton sebagai sumber energi pengganti glukosa yang digunakan oleh seluruh tubuh.

Apa itu Ketofastosis?
Apa itu Ketofastosis?


Hanya keton yang bisa menggantikan peran glukosa memberikan asupan energi ke otak.  Ketosis hanya terjadi apabila tidak ada lagi asupan karbohidrat dan glukosa ke tubuh.


Intermittent Fasting (IF)

Ini adalah puasa 16 jam hingga 23 jam (hanya minum air, kopi atau teh tanpa gula / hanya menggunakan gula subtitusi non kalori), yg bertujuan utk memicu proses ketogenesis saat semua cadangan karbohidrat (glycogen) ditubuh dan liver telah habis (metabolisme lemak), meningkatkan respon sistem immune, mempercepat detoxifikasi dan memberi kesempatan perbaikan (rejuvenasi) terhadap seluruh sel2 ditubuh (Reverse Aging).

Puasa ini dimulai dengan puasa 16 jam untuk 1 – 2 minggu pertama, lalu dilanjutkan puasa 18 jam untuk minggu berikutnya atau seterusnya. Pada level Advance, puasa bisa ditingkatkan hingga 20 jam setiap hari, atau 20 jam selama 6 hari dan 23 jam 1 hari dalam periode 1 minggu.

Contoh puasanya Intermittent Fasting (IF) ini dapat dimulai saat jam 8 malam (setelah makan malam) hingga jam 12 siang esoknya (saat jam makan siang), sehingga total puasa IF menjadi 16 jam. Pengaturan jam untuk memulai puasa IF bisa dirubah-rubah (flexible) sesuai dengan jadwal yang diinginkan, dengan mengacu terhadap total jam puasa IF yang tidak boleh dikurangi (minimal 16 jam).

Ketofastosis
Ketofastosis


Dalam puasa IF ini perlu dicatat bahwa tidak boleh ada sumber kalori (makanan/minuman) yang masuk dan bisa memicu respon insulin. Karena puasa IF ini bertujuan untuk menekan hormon insulin dan IGF-1. Lalu sebaliknya meningkatkan Hormon Glucagon dan HGH (Human Growth Hormones) yg menunjang proses metabolisme lemak (ketogenesis) serta memicu perbaikan dan regenerasi (rejuvenasi) secara menyeluruh ditubuh. Puasa IF juga akan memicu pelepasan dan pembersihan lemak dari berbagai jaringan ditubuh, untuk digunakan sebagai bahan bakar dalam metabolisme lemak.

Pengecualian seperti minuman kopi atau teh yang tidak menggunakan gula, atau menggunakan gula subtitusi tanpa kalori seperti Gula Stevia (stevi grow), Sucralose (diabetasol), Erythritol dan Inulin. Selama jam puasa IF disarankan untuk minum air putih minimal 2 liter sehari, dan sangat lebih baik jika bisa sampai 3 liter. Jenis Air Alkali (Contoh : 2 sdt Baking Soda + 1 liter air, Kangen Water atau Millagros) sangat disarankan dalam program i-KetoFast™ untuk membantu meningkatkan PH darah, dan juga menekan inflamasi yang mungkin terjadi ditubuh.

Puasa IF akan memberikan energi lebih bagi tubuh manusia untuk melakukan berbagai perbaikan (rejuvenation) di level sel (cellular), meningkatkan aktivitas sistem immune (immuno-editing, immune response), pembersihan sel-sel ditubuh (autophagy) dan memaksimalkan detoxifikasi racun-racun (impurities) yang berakumulasi ditubuh.


(Ketofastosis Indonesia)