Karbohidrat vs Cadangan Lemak

Karbohidrat vs Cadangan Lemak  - KARBOHIDRAT (lebih dari sekedar bahan bakar, ini merupakan regulator ampuh) :

Tangki penyimpanan (storage) di dalam tubuh terbatas, sehingga ketika kita mencerna karbohidrat & menyerap gula, tubuh dipaksa untuk memprioritaskan membakar gula yang sekaligus merusak akses ke penggunaan lemak.

Karbo Vs Lemak
Karbo Vs Lemak



LEMAK , Mengunci orang ke dalam “storage mode”. Efeknya jadi mengantuk, malas bergerak, dsb.
Besarnya komsumsi karbohidrat mempengaruhi kesehatan.

Kalori dari lemak bisa disimpan lebih banyak dari tangki karbohidrat, kapasitas tangkinya puluhan kali atau bahkan ratusan kali lipat lebih banyak (bagi mereka yang kelebihan berat badan).
Mengunci orang ke dalam “safe mode”. Efeknya energi yang tersimpan lebih banyak sehingga lebih segar dan bertenaga.

Metabolisme Glukosa

metabolisme-glukosaSemua karbohidrat yang kita makan akan diubah menjadi glukosa dalam darah. Glukosa yang dihasilkan dari karbohidrat adalah puluhan kali lipat dibandingkan dengan gula dalam darah yang hanya 1-2 sendok makan dalam 5-6 liter darah.

Peningkatan gula darah berbahaya, karena tubuh akan mengerahkan hormon insulin untuk menurunkannya.


Efek Kelebihan Karbohidrat / Glukosa

efek-kelebihan-karbohidrat-atau-glukosaInsulin mengarahkan karbohidrat yang telah menjadi glukosa ke dalam tangki penampungan yang disebut glycogen dalam otot dan hati.

Tapi bagi mereka yang makan karbohidrat / gula berlebihabn setiap hari selama bertahun-tahun, maka akan metabolismenya akan terganggu, karena tangki glikogen di hati dapat menampung glukosa hanya 100g saja, sehingga sisa glukosa diubah menjadi lemak jenuh / trigliserida (lipogenesis) dan diarahkan ke tangki penyimpanan lemak dalam tubuh.

Lipogenesis adalah pembuatan lemak jenuh atau trigliserida dari glukosa. Kemudian lemak jenuh dikemas dengan VLDL kolesterol dan ditransportasi ke dalam aliran darah.

Unjung dari metabolisme yang tidak optimal akan menyebabkan penyakit peredaran darah atau jantung, kelebihan berat badan atau obesitas, dan diabetes tipe 2.

Jika Anda terus menerus makan karbohidrat dalam jumlah tinggi saat hormon insulin sudah bermasalah (hiperinsulinemia dan resistant), maka lemaka akan menumpuk dalam tangki, tubuh menjadi gemuk atau kurus tapi gula darah tinggi dan fatty liver. Maka akan berisiko obesitas, diabetes, dan serangan jantung.

efek-metabolisme-glukosaKetika kita makan karbohidrat, gula darah akan meningkat & akan berusaha diturunkan oleh insulin. Setelah aksi insulin, gula darah akan turun bahkan cenderung rendah. Itu membuat orang jadi lemah dan ingin kembali makan atau mengemil yang manis-manis. Insulin mendistribusikan glukosa dari hasil pencernaan karbohidrat untuk sel-sel tubuh seperti otak dan otot untuk segera dibakar atau disimpan. Lebih buruk lagi, selama tingkat insulin yang tinggi dalam tubuh, lemak tidak digunakan. Pembakaran lemak akan berhenti dan oksidasi lemak akan terganggu. Lemak akan disimpan, dan makin lama akan makin menumpuk.

Metabolisme Lemak – Cara Yang Paling Optimal

metabolisme-lemak“Metabolisme lemak” akan menghasilkan keton bukan glukosa dan menyebabkan penurunan ROS dalam proses pembakaran energi dalam mitokondria dalam sel. Menjadi pembakar lemak berarti mengurangi risiko terganggunya metabolism, kelebihan berat badan an menghindari diabetes. Tubuh menjadi lebih fit dan aktif!

Dewasa ini, dunia atlet performa tinggi juga mengambil keuntungan dari diet ketogenik dengan lemak dan keton untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Atlet yang masih memakai bahan bakar karbohidrat (karbohidrat-loading) tenaganya akan cepat habis karena kapasitas tangki gula kecil dibandingkan tangki lemak. Jadi untuk menjadi pembakar lemak kita harus mengurangi konsumsi karbohidrat, termasuk gula.



(Ketofastosis Indonesia)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »